Berita

24

KPU Kudus gelar Rapat Persiapan Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) Serentak di Kabupaten Kudus

KUDUS - Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) serentak di Kabupaten Kudus, KPU Kabupaten Kudus menggelar kegiatan Rapat Koordinasi bersama Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Kudus, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Jawa Tengah dan Kemenag pada Jumat (8/5). Kegiatan ini difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Badan Kesbangpol Kabupaten Kudus, berlangsung di Ruang Rapat Kesabangpol tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi antar lembaga pendidikan dalam menyukseskan pelaksanaan pemilihan Ketua OSIS yang demokratis, edukatif, dan partisipatif bagi para pelajar. Dalam sambutannya, Ketua KPU Kabupaten Kudus menyampaikan bahwa pemilihan Ketua OSIS secara serentak menjadi sarana pendidikan politik bagi generasi muda sejak dini. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat memahami pentingnya demokrasi, kepemimpinan, serta proses pemilihan yang jujur dan adil. “Pemilihan Ketua OSIS bukan hanya agenda sekolah, tetapi juga media pembelajaran demokrasi bagi para pelajar agar terbiasa berpartisipasi aktif dalam kehidupan berdemokrasi,” ujar Faisol. Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Ketua MKKS SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Kudus, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Jawa Tengah dan Kemenag yang turut memberikan masukan terkait teknis pelaksanaan pemilihan di masing-masing sekolah. Dalam forum tersebut juga dibahas mengenai tahapan pemilihan, mekanisme sosialisasi, hingga strategi meningkatkan partisipasi siswa. Melalui kegiatan ini, diharapkan pelaksanaan Pemilihan Ketua OSIS serentak di Kabupaten Kudus dapat berjalan lancar, tertib, dan mampu menjadi contoh pendidikan demokrasi yang baik di lingkungan sekolah. Untuk selanjutnya akan adanya rapat persiapan lanjutan untuk pelaksanaan Pilketos Serentak di Kabupaten Kudus.(humas)


Selengkapnya
22

KPU Kudus Ikuti Kajian Kamis Sesuatu Seri 50, Bedah Film “The American President” untuk Penguatan Advokasi Hukum Pemilu

Kudus – KPU Kabupaten Kudus kembali mengikuti kegiatan Kajian Rutin Kamis Sesuatu Serial “Advokasi Hukum Pemilu” Seri ke-50 pada Kamis (7/5). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan pemahaman dan kapasitas jajaran KPU dalam bidang hukum kepemiluan. Kegiatan dibuka oleh Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah Divisi SDM dan Litbang, Mey Nurlela. Dalam sambutannya, Mey menekankan pentingnya memperkuat perspektif hukum Pemilu tidak hanya melalui pendekatan normatif, tetapi juga melalui berbagai sudut pandang, termasuk media film. “Meskipun di tengah efisiensi, kita tetap harus menjalankan kerja-kerja kita dengan baik. Melalui film The American President, diharapkan peserta dapat memperoleh pemahaman dan perspektif lain mengenai dunia politik,” ujarnya. Diskusi dipandu oleh Kasubbag Teknis Penyelenggaraan Pemilu dan Hukum KPU Kabupaten Sukoharjo, Agung Siswanto. Agung menjelaskan bahwa film The American President dipilih karena mengangkat tema kepemimpinan, komunikasi publik, serta pengaruh opini masyarakat dalam dunia politik. Film tersebut menggambarkan bagaimana seorang pemimpin harus mengambil keputusan strategis di tengah tekanan politik, opini publik, dan kepentingan negara. Selain itu, film ini juga menyoroti pentingnya komunikasi politik yang efektif serta integritas dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Selanjutnya, Isyadi Anggota KPU Kabupaten Sukoharjo Divisi Hukum dan Pengawasan yang bertindak sebagai narasumber memaparkan materi diskusi yang mengulas lebih dalam tentang film The American President dan keterkaitan film tersebut dengan konteks kepemiluan. Isyadi menambahkan bahwa film The American President berkisah tentang Andrew Shepherd seorang Presiden petahana Amerika Serikat yang sangat populer dengan elektabilitas mencapai 63%. Namun, demi menjaga angka tersebut tetap aman menuju pemilihan periode kedua, ia terjebak dalam pragmatisme politik dengan memprioritaskan RUU Pengendalian Kejahatan. Isyadi menjelaskan bahwa dinamika yang tergambar dalam film menunjukkan bagaimana opini publik dapat terbentuk dan memengaruhi proses politik, termasuk dalam kontestasi Pemilu. Bagi penyelenggara Pemilu, film ini memberikan refleksi penting mengenai upaya mitigasi kampanye hitam dengan menjaga ruang kontestasi politik tetap berfokus pada adu gagasan dan program yang substantif, bukan pada serangan terhadap kehidupan pribadi. Selain itu, film ini juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap petahana melalui pembatasan penggunaan fasilitas negara selama tahapan pemilihan guna mencegah terjadinya konflik kepentingan. Tak kalah penting, edukasi kepada pemilih perlu terus dilakukan agar masyarakat mampu bersikap kritis terhadap serangan personal dan lebih memperhatikan visi, misi, serta kebijakan yang ditawarkan kandidat demi menjaga marwah demokrasi. Melalui kajian ini, KPU Kabupaten/kota diharapkan dapat semakin memperkuat pemahaman terhadap dinamika politik dan hukum Pemilu, serta mampu mengantisipasi berbagai tantangan dalam penyelenggaraan Pemilu di masa yang akan datang.(tpph)


Selengkapnya
29

Peningkatan Kapasitas SDM "Growth Mindset : Mengelola Potensi Intelektual ASM"

#TemanPemilih KPU Kabupaten Kudus menggelar kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dengan tema “Growth Mindset: Mengelola Potensi Intelektual ASN”, yang berlangsung di Aula KPU Kabupaten Kudus, Selasa (5/5). Kegiatan ini diikuti oleh Anggota KPU, Sekretaris, serta seluruh ASN dan Non ASN di lingkungan KPU Kabupaten Kudus. Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya kelembagaan dalam memperkuat kualitas SDM guna menunjang kinerja yang lebih profesional dan adaptif. Narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Arika Yustafida Nafisa, selaku Kepala Subbagian Keuangan, Umum dan Logistik KPU Kabupaten Kudus. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir (growth mindset) sebagai investasi masa depan, baik dalam aspek intelektual maupun finansial. Menurutnya, ASN perlu terus mengembangkan diri dengan menjadi pembelajar long-life learner, serta memiliki sikap egaliter dan rendah hati dalam menjalankan tugas. Selain itu, literasi keuangan juga menjadi bagian penting dalam mendukung kesejahteraan individu. “Investasi terbaik adalah investasi pada diri sendiri, khususnya melalui peningkatan ilmu pengetahuan dan keterampilan,” ungkapnya. Dalam materi yang disampaikan, peserta juga diperkenalkan pada konsep pengelolaan keuangan dan investasi. Selain itu, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai analisis fundamental dan teknikal dalam memilih instrumen investasi yang sehat dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, KPU Kabupaten Kudus berharap seluruh jajaran pegawai mampu meningkatkan kapasitas diri, memperkuat profesionalisme, serta memberikan kontribusi optimal dalam pelaksanaan tugas dan fungsi kelembagaan.


Selengkapnya
23

Peluncuran Buku "Lilin-Lilin Menerangi Jalan"

#Teman Pemilih Komisioner KPU Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Miftahurrohmah hadir pada kegiatan peluncuran buku "Lilin-Lilin Menerangi Jalan, 21 Kartini Masa Kini" yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Jawa Tengah, Kamis (30/4). Peluncuran buku ini menjadi bagian dari komitmen KPU Jawa Tengah dalam memperkuat serta mendorong partisipasi dan peran strategis perempuan dalam kehidupan Politik. Acara dibuka oleh Ketua KPU Jateng, Handi Tri Ujiono, menyampaikan apresiasi kepada para penulis yang telah mencurahkan pengalaman dan kisahnya dalam bentuk tulisan untuk menjaga semangat Kartini agar tetap menyala dalam rutinitas kerja demokrasi sehari-hari. Anggota KPU RI, August Mellaz turut hadir secara daring. Dalam sambutannya, Mellaz mengapresiasi dokumentasi peran perempuan sebagai bentuk semangat dan penguatan nilai kesetaraan gender dalam demokrasi. Miftah hadir dalam kegiatan tersebut sebagai salah satu kontributor. Kontributor lain berasal dari Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah dan Anggota KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah. Beragam kisah positif diangkat dalam buku ini, kisah tentang para perempuan berdaya yang tidak tersorot media namun mampu memberikan dampak besar bagi lingkungannya. E-Book Lilin-Lilin Menerangi Jalan, 21 Kartini Masa Kini dapat diunduh melalui website KPU provinsi Jawa Tengah.


Selengkapnya
27

KPU Kudus Ikuti Kajian Advokasi Hukum Pemilu, Angkat Film Antz sebagai Refleksi Demokrasi

Kudus – KPU Kabupaten Kudus kembali mengikuti kegiatan Kajian Rutin “Kamis Sesuatu” Serial Advokasi Hukum Pemilu Seri XLIX pada Rabu (29/4). Pada edisi kali ini, diskusi mengangkat tema film animasi Antz sebagai bahan refleksi nilai-nilai demokrasi. Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Akmaliyah, Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat. Dalam sambutannya, Akmaliyah menyampaikan bahwa seri kali ini terasa istimewa karena menghadirkan diskusi dari sebuah film animasi yang inspiratif, khususnya tentang keberanian individu dalam menyuarakan kebenaran. Acara dipandu oleh Yeni Susanti selaku Kasubbag Teknis Penyelenggaraan Pemilu dan Hukum KPU Kabupaten Boyolali. Yeni menjelaskan bahwa film Antz menyuguhkan kritik sosial yang relevan, seperti isu kekuasaan, hierarki, serta pentingnya kebebasan berpikir. Menurutnya, film tersebut menjadi pengingat bahwa perubahan besar dapat dimulai dari satu individu yang berani berpikir berbeda. Sementara itu, narasumber kegiatan, Aniek Ambarwati, Anggota KPU Kabupaten Boyolali Divisi Hukum dan Pengawasan, memaparkan bahwa film produksi DreamWorks Animation tersebut menceritakan tokoh Z, seekor semut pekerja yang merasa terkungkung dalam sistem koloni yang kaku. Z mempertanyakan tatanan sosial yang membatasi kebebasan individu, hingga akhirnya keberanian untuk berubah muncul dari kegelisahan tersebut. Menurut Aniek, film ini menggambarkan bahwa setiap individu memiliki nilai sekecil apapun perannya. Konflik antara kepentingan kolektif dan individu ditampilkan secara ringan namun tajam, sehingga relevan dengan kehidupan demokrasi. Film Antz mengajarkan bahwa setiap individu berhak memiliki suara. Dalam kehidupan nyata, hal ini diwujudkan melalui demokrasi, salah satunya lewat pemilu yang diselenggarakan oleh KPU. Tugas KPU sebagai penyelenggara Pemilu bukan hanya memastikan proses berjalan lancar, tetapi memastikan bahwa setiap suara tetap memiliki arti. Karena demokrasi bukan tentang sistem yang sempurna, melainkan tentang keberanian menjaga yang benar bahkan ketika sistem cenderung menyimpang. (tpph)


Selengkapnya
34

Perkuat Wawasan Kepemiluan, KPU Kudus Ikuti Advokasi Hukum Pemilu, Seri XLVIII

Kudus – Dalam rangka meningkatkan pemahaman kepemiluan, KPU Kabupaten Kudus kembali mengikuti kegiatan Kajian Rutin Kamis Sesuatu Serial “Advokasi Hukum Pemilu” Seri XLVIII pada Kamis (23/4). Pada seri kali ini, kajian mengangkat film dokumenter Please Vote for Me sebagai bahan diskusi. Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah Divisi Teknis Penyelenggaraan, M.Machruz, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa tema ini lebih menarik karena akan mengkaji sebuah film tentang demokrasi di lingkungan sekolah. Mari kita bersama menyimak inti cerita dan bagaimana proses serta dinamikanya dalam proses pemilihan ketua kelas. Kegiatan ini dimoderatori oleh Deddy Pirngadi, Kepala Sub Bagian Teknis Penyelenggaraan Pemilu dan Hukum KPU Kabupaten Pati. Dalam pengantarnya, Deddy menjelaskan bahwa film yang diangkat pada seri ini menggambarkan sebuah simulasi demokrasi di tingkat sekolah dasar di Wuhan, Tiongkok. Penjelasan lebih detail disampaikan oleh narasumber, Haryono Anggota KPU Kabupaten Pati Divisi Hukum dan Pengawasan. Haryono menjelaskan bahwa film tersebut menceritakan tiga kandidat ketua kelas, yakni Luo Lei, Cheng Cheng, dan Xu Xiaofei, yang harus bersaing memperoleh dukungan teman-temannya. Berbagai strategi kampanye dilakukan, mulai dari pidato, debat, hingga pertunjukan bakat. Namun demikian, dalam prosesnya persaingan berkembang menjadi semakin intens dan emosional. Bahkan, keterlibatan orang tua turut mewarnai dinamika tersebut dengan praktik-praktik yang tidak sehat, seperti politik uang, serangan identitas, dan kampanye hitam. Melalui film ini, peserta diajak memahami bahwa praktik demokrasi tidak hanya soal mekanisme pemilihan, tetapi juga berkaitan erat dengan budaya politik yang melandasinya. Sebagai penutup, Haryono menekankan bahwa film Please Vote for Me memberikan pelajaran penting bahwa sistem demokrasi yang ideal tidak akan berjalan optimal tanpa didukung oleh budaya politik yang matang dan berintegritas. (tpph)


Selengkapnya
🔊 Putar Suara