KPU Kudus Menggandeng Pemerintah Daerah Ajak Masyarakat -melek-Politik
KPU Kabupaten Kudus menggelar kegiatan pendidikan politik bagi masyarakat dengan tema “Menakar Kualitas Pemilu 2029” yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai IV Setda Kudus, Rabu (22/4). Kegiatan ini diikuti oleh Organisasi Masyarakat, Komunitas, Kelompok Marjinal, dan Perwakilan OSIS Sekolah. Kegiatan dibuka dengan sambutan Bupati Kudus yang menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menentukan kualitas demokrasi. Dalam sambutannya, Bupati Kudus menyampaikan bahwa Pemilu yang berkualitas tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. “Kesadaran politik masyarakat menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Pemilu yang jujur dan adil. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan literasi politik masyarakat,” ujar Sam'ani. Wakil Bupati Kudus juga menyampaikan pemaparan materi dengan tema peran pemuda dalam peningkatan kualitas pemilu. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu mendorong terciptanya pemilu yang lebih berkualitas. “Pemuda tidak hanya sebagai pemilih, tetapi juga sebagai penggerak partisipasi dan penjaga nilai-nilai demokrasi. Peran aktif pemuda dalam menyebarkan informasi yang benar serta menangkal hoaks sangat menentukan kualitas pemilu ke depan,” jelas Bellinda. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Ketua KPU Kabupaten Kudus yang mengangkat tema “Demokrasi di Ujung Jari”. Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar dalam praktik demokrasi, di mana masyarakat kini dapat mengakses informasi kepemiluan secara cepat dan luas melalui perangkat digital. “Di era digital ini, demokrasi berada di ujung jari kita. Namun demikian, masyarakat harus bijak dalam menggunakan teknologi, terutama dalam menyaring informasi agar tidak terjebak dalam hoaks dan disinformasi,” kata Faisol. Pemaparan materi selanjutnya disampaikan oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Kudus yang menjelaskan tentang pentingnya pengawasan partisipatif dalam pemilu. Ia menekankan bahwa masyarakat memiliki peran strategis dalam mencegah berbagai potensi pelanggaran, seperti politik uang dan penyebaran hoaks. Selain itu, perwakilan yang mewakili Rektor UIN Sunan Kudus, M. Nur Rofiq Addiansyah turut memberikan perspektif akademis terkait indikator pemilu yang berkualitas. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa kualitas pemilu dapat diukur dari tingkat partisipasi pemilih, integritas penyelenggara, serta kepercayaan publik terhadap hasil pe
Selengkapnya