Berita

42

KPU Kudus Menggandeng Pemerintah Daerah Ajak Masyarakat -melek-Politik

KPU Kabupaten Kudus menggelar kegiatan pendidikan politik bagi masyarakat dengan tema “Menakar Kualitas Pemilu 2029” yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai IV Setda Kudus, Rabu (22/4). Kegiatan ini diikuti oleh Organisasi Masyarakat, Komunitas, Kelompok Marjinal, dan Perwakilan OSIS Sekolah. Kegiatan dibuka dengan sambutan Bupati Kudus yang menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menentukan kualitas demokrasi. Dalam sambutannya, Bupati Kudus menyampaikan bahwa Pemilu yang berkualitas tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. “Kesadaran politik masyarakat menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Pemilu yang jujur dan adil. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan literasi politik masyarakat,” ujar Sam'ani. Wakil Bupati Kudus juga menyampaikan pemaparan materi dengan tema peran pemuda dalam peningkatan kualitas pemilu. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu mendorong terciptanya pemilu yang lebih berkualitas. “Pemuda tidak hanya sebagai pemilih, tetapi juga sebagai penggerak partisipasi dan penjaga nilai-nilai demokrasi. Peran aktif pemuda dalam menyebarkan informasi yang benar serta menangkal hoaks sangat menentukan kualitas pemilu ke depan,” jelas Bellinda. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Ketua KPU Kabupaten Kudus yang mengangkat tema “Demokrasi di Ujung Jari”. Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar dalam praktik demokrasi, di mana masyarakat kini dapat mengakses informasi kepemiluan secara cepat dan luas melalui perangkat digital. “Di era digital ini, demokrasi berada di ujung jari kita. Namun demikian, masyarakat harus bijak dalam menggunakan teknologi, terutama dalam menyaring informasi agar tidak terjebak dalam hoaks dan disinformasi,” kata Faisol. Pemaparan materi selanjutnya disampaikan oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Kudus yang menjelaskan tentang pentingnya pengawasan partisipatif dalam pemilu. Ia menekankan bahwa masyarakat memiliki peran strategis dalam mencegah berbagai potensi pelanggaran, seperti politik uang dan penyebaran hoaks. Selain itu, perwakilan yang mewakili Rektor UIN Sunan Kudus, M. Nur Rofiq Addiansyah turut memberikan perspektif akademis terkait indikator pemilu yang berkualitas. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa kualitas pemilu dapat diukur dari tingkat partisipasi pemilih, integritas penyelenggara, serta kepercayaan publik terhadap hasil pe


Selengkapnya
37

KPU Kudus Ikuti Kajian Advokasi Hukum Pemilu, Angkat Film The Campaign sebagai Bahan Diskusi

Kudus – KPU Kabupaten Kudus kembali mengikuti kegiatan Kajian Rutin Kamis Sesuatu Serial “Advokasi Hukum Pemilu” Seri XLVII yang diselenggarakan pada Kamis (16/4). Dalam kegiatan tersebut, film The Campaign diangkat sebagai materi diskusi guna memperkuat pemahaman penyelenggara Pemilu. Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah Divisi Perencanaan dan Logistik, Basmar Perianto Amron membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Basmar menyampaikan bahwa film The Campaign memiliki banyak pelajaran yang relevan dengan tugas penyelenggara Pemilu. “Melalui film ini, kita bisa mengambil banyak hal yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas kita. Oleh karena itu, mari kita menyimak dan diskusikan bersama,” ujarnya. Kegiatan dimoderatori oleh Kasubbag Teknis Penyelenggaraan Pemilu dan Hukum KPU Kabupaten Tegal, Lestiana Sigit, dengan menghadirkan narasumber Anggota KPU Kabupaten Tegal Divisi Hukum dan Pengawasan, Ika Andreas Tuti. Selaku narasumber, Ika menjelaskan bahwa film The Campaign menggambarkan dinamika kontestasi politik dalam pemilihan anggota Kongres di Amerika Serikat yang dipengaruhi oleh berbagai praktik kampanye modern, seperti pencitraan kandidat, kampanye negatif, kekuatan modal, kepentingan elit, hingga manipulasi opini publik. Film tersebut juga menunjukkan bahwa proses politik tidak selalu berjalan ideal. Lebih lanjut, Ika memaparkan sinopsis film yang berfokus pada persaingan antara Cam Brady dan Marty Huggins. Cam Brady adalah politisi petahana yang sudah menjabat beberapa periode. sedangkan Marty yang awalnya hanya warga biasa kemudian didukung oleh kekuatan modal dan tim kampanye profesional untuk menantang Cam Brady dalam pemilihan. Persaingan keduanya berkembang menjadi kontestasi yang sarat strategi, propaganda, serta upaya mempengaruhi persepsi publik. Film The Campaign menegaskan bahwa politik tidak hanya berkaitan dengan perolehan suara, tetapi juga dipengaruhi oleh strategi, pencitraan, dan berbagai kepentingan. Oleh karena itu, integritas aktor politik, kesadaran pemilih, serta sistem pengawasan yang kuat menjadi kunci agar demokrasi berjalan sesuai prinsipnya. (tpph)


Selengkapnya
40

Lewat Film The Mayor, KPU Kudus Perkuat Pemahaman Advokasi Hukum Pemilu

Kudus – KPU Kabupaten Kudus mengikuti kegiatan Kajian Hukum “Kamis Sesuatu” Seri ke-46 yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Jawa Tengah pada Kamis (9/4). Kegiatan ini mengangkat film The Mayor sebagai bahan diskusi dalam rangka penguatan advokasi hukum kepemiluan. Kegiatan dibuka oleh Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah Divisi Perencanaan dan Logistik, Basmar Perianto Amron. Dalam sambutannya, Basmar menyampaikan harapan agar kegiatan “Kamis Sesuatu” dapat memperkuat kompetensi, wawasan, serta pemahaman jajaran penyelenggara Pemilu. Basmar juga menekankan pentingnya inovasi dalam menyampaikan informasi terkait Pemilu yang bersih, bermartabat, dan berkualitas. “Melalui review film The Mayor, diharapkan kita dapat menangkap berbagai pesan terkait dinamika pencalonan wali kota,” ujarnya. Kegiatan ini dipandu oleh Kasubbag Teknis Penyelenggaraan Pemilu dan Hukum KPU Kota Salatiga, Siti Munasifah, dengan narasumber Anggota KPU Kota Salatiga Divisi Hukum dan Pengawasan, Nur Wachid Efendi. Dalam pemaparannya, Efendi menjelaskan bahwa film The Mayor mengangkat kisah ambisi politik seorang wali kota Seoul, Byun Jong-gu, yang mencalonkan diri untuk periode ketiga. Ia digambarkan sebagai pemimpin yang kuat dan berpengaruh, namun di balik citra tersebut tersimpan berbagai strategi politik yang manipulatif dan penuh intrik Efendi memaparkan bahwa film ini menunjukkan bagaimana ambisi yang tidak terkendali dapat mengikis moralitas dalam politik. Narasi berfokus pada petahana Wali Kota Seoul yang berupaya meraih masa jabatan ketiga. Namun hal ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah politik di kota tersebut. Film The Mayor juga menggambarkan bagaimana janji-janji demokrasi sering kali diiringi praktik manipulasi media dan strategi kekuasaan di balik layar. Cerita dalam film ini ditutup dengan kemenangan sang petahana serta adegan simbolis di sebuah restoran. Dalam diskusi ini, di bahas juga relevansi film tersebut dengan tugas dan fungsi KPU sebagai penyelenggara Pemilu, khususnya dalam hai ini terkait pengaturan jadwal dan tata cara kampanye. KPU memiliki peran penting dalam menetapkan aturan agar seluruh peserta pemilu memperoleh kesempatan kampanye secara adil. Selain itu, ditegaskan pula larangan terhadap penyebaran hoaks, fitnah, dan isu SARA dalam kampanye sebagaimana diatur dalam PKPU Nomor 15 Tahun 2023 tentang Kampanye Pemilu serta PKPU Nomor 13 Tahun 2024 tentang Kampanye Pilkada. (tpph)


Selengkapnya
43

Rapat Pleno Terbuka Pemutahiran Data Pemilih Berkelanjutan TW 1 Tahun 2026 Kabupaten Kudus

KPU Kabupaten Kudus menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan I Tahun 2026 di Aula Kantor KPU Kabupaten Kudus, Kamis (2/4). Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran komisioner KPU Kabupaten Kudus, Bawaslu Kudus, Kesbangpol Kudus, Polres Kudus, Kodim 0722 Kudus, Disdukcapil Kudus, Rutan kelas II B Kudus, dan perwakilan Partai Politik serta Lembaga Pemantau Pemilu/Pemilihan yang berada di Kudus.  Rapat pleno terbuka ini merupakan bagian dari upaya KPU dalam memastikan data pemilih yang akurat, mutakhir, dan berkelanjutan sebagai dasar pelaksanaan pemilu yang berkualitas sebagaimana amanat dalam Undang-undang 7 tahun 2017 tentang Pemilu dan Peraturan KPU nomor 1 tahun 2025 tentang Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan. Dalam sambutannya, Ketua KPU Kabupaten Kudus menegaskan pentingnya pemutakhiran data pemilih secara berkala. “PDPB menjadi langkah strategis untuk menjaga validitas data pemilih, sehingga setiap warga negara yang memenuhi syarat dapat menggunakan hak pilihnya,” kata Faisol. Dalam rapat tersebut, disampaikan prosedur, alur dan proses pemutakhiran data pemilih yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Kudus, serta disampaikan pula perubahan data pemilih yang terjadi setelah dilakukan pemutakhiran yang mencakup penambahan 8.846 pemilih baru; 8.475 pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS), meliputi : meninggal dunia, ganda, alih status menjadi TNI/Polri dan pindah domisili; serta 4.993 perbaikan data pemilih. Seluruh proses dilakukan secara transparan dan terbuka, serta melibatkan masukan dari berbagai pihak. Pada Pleno Rekapitulasi PDPB Triwulan I Tahun 2026, KPU Kabupaten Kudus menetapkan jumlah pemilih aktif dengan jenis kelamin laki-laki berjumlah 323.040 dan perempuan berjumlah 331.861, total pemilih aktif laki-laki dan perempuan berjumlah 654.901. Sebelumnya, pada Rekapitulasi PDPB Triwulan IV Tahun 2025, KPU Kabupaten Kudus menetapkan pemilih aktif dengan jenis kelamin laki-laki berjumlah 322.903 dan perempuan berjumlah 331.627 dengan total keseluruhan 654.530. Sehingga jumlah total pemilih aktif di Kabupaten Kudus dari Triwulan IV Tahun 2025 ke Triwulan I Tahun 2026 mengalami kenaikan sejumlah 371. Kegiatan diakhiri dengan penetapan hasil rekapitulasi PDPB Triwulan I Tahun 2026 yang dituangkan dalam berita acara resmi dan penyerahan salinan Rekapitulasi Pemutakhiran Dat pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan I Tahun 2026. Dengan dilaksanakannya pleno ini, diharapkan data pemilih di Kabupaten Kudus semakin akurat dan mutakhir.


Selengkapnya
50

KPU Kudus Hadiri Kamis Sesuatu Seri XLV, Dalami Isu Demokrasi Lewat Film The Manchurian CandidateSesuatu, Bahas Film The Candidate

Kudus – KPU Kabupaten Kudus kembali mengikuti kegiatan Kajian Rutin Kamis Sesuatu Serial “Advokasi Hukum Pemilu” Seri XLV yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Jawa Tengah secara daring, pada Kamis (26/3). Kegiatan ini diikuti oleh jajaran KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah dengan fokus pembahasan diskusi film The Candidate. Kegiatan dibuka oleh Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah Handi Tri Ujiono yang dalam sambutannya mengingatkan kepada seluruh KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah tentang pentingnya menjaga semangat kerja dan produktivitas. Handi juga menyampaikan bahwa forum Kamis Sesuatu diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan rutin saja, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai ruang untuk belajar bersama. Kegiatan tersebut dipandu oleh Kasubbag Teknis Penyelenggaraan Pemilu dan Hukum KPU Kabupaten Semarang Wiwit Mulyanto. Wiwit menjelaskan bahwa diskusi kali ini akan menghadirkan pemaparan mengenai film The Candidate, sebuah film bergenre drama politik yang mengangkat kisah perjalanan seorang kandidat dalam kontestasi pemilihan senator di Amerika Serikat. Film tersebut menggambarkan bagaimana proses kampanye politik tidak hanya berkaitan dengan penyampaian gagasan, tetapi juga dipengaruhi oleh strategi pencitraan, media, serta peran konsultan politik. Paparan secara detail tentang film The Candidate disampaikan oleh narasumber yaitu Siti Solichah anggota KPU Kabupaten Semarang Divisi Hukum dan Pengawasan. Dalam pemaparannya, Siti menjelaskan sinopsis dari film The Candidate. Film ini menceritakan tokoh Bill McKay, seorang pengacara muda yang dikenal idealis, jujur, serta peduli terhadap isu-isu sosial dan kerap membela kepentingan masyarakat kecil. Awalnya, Bill McKay tampil apa adanya, menyuarakan kritik terhadap sistem politik dan menyampaikan gagasan-gagasan idealis, namun tekanan politik, strategi pencitraan, media, serta tuntutan untuk menarik simpati pemilih mulai mengubah cara berkampanye, perlahan harus menyesuaikan diri dengan permainan politik yang penuh kompromi, slogan, dan pencitraan. Film ini menggambarkan bahwa proses politik tidak hanya berkaitan dengan kompetisi untuk meraih kekuasaan, tetapi juga menghadirkan dilema antara menjaga idealisme dan menghadapi tuntutan realitas politik. Siti menambahkan bahwa film ini tidak hanya menyoroti peran para kandidat, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan penyelenggara Pemilu. Melalui kegiatan ini  peserta diajak untuk melihat pentingnya menjamin pelaksanaan Pemilu yang jujur dan adil termasuk mengatur serta mengawasi kegiatan kampanye, menjaga kesetaraan antar kandidat, hingga memastikan transparansi informasi kepada publik. Selain itu, integritas dan netralitas juga menjadi hal utama yang harus dijaga dalam setiap tahapan Pemilu. (tpph)


Selengkapnya
55

KPU Kabupaten Kudus Ikuti Kajian Kamis Sesuatu, Bahas Film The Candidate

Kudus – KPU Kabupaten Kudus kembali mengikuti kegiatan Kajian Rutin Kamis Sesuatu Serial “Advokasi Hukum Pemilu” Seri XLIV yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Jawa Tengah secara daring, pada Kamis (26/3). Kegiatan ini diikuti oleh jajaran KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah dengan fokus pembahasan diskusi film The Candidate. Kegiatan dibuka oleh Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah Handi Tri Ujiono yang dalam sambutannya mengingatkan kepada seluruh KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah tentang pentingnya menjaga semangat kerja dan produktivitas. Handi juga menyampaikan bahwa forum Kamis Sesuatu diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan rutin saja, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai ruang untuk belajar bersama. Kegiatan tersebut dipandu oleh Kasubbag Teknis Penyelenggaraan Pemilu dan Hukum KPU Kabupaten Semarang Wiwit Mulyanto. Wiwit menjelaskan bahwa diskusi kali ini akan menghadirkan pemaparan mengenai film The Candidate, sebuah film bergenre drama politik yang mengangkat kisah perjalanan seorang kandidat dalam kontestasi pemilihan senator di Amerika Serikat. Film tersebut menggambarkan bagaimana proses kampanye politik tidak hanya berkaitan dengan penyampaian gagasan, tetapi juga dipengaruhi oleh strategi pencitraan, media, serta peran konsultan politik. Paparan secara detail tentang film The Candidate disampaikan oleh narasumber yaitu Siti Solichah anggota KPU Kabupaten Semarang Divisi Hukum dan Pengawasan. Dalam pemaparannya, Siti menjelaskan sinopsis dari film The Candidate. Film ini menceritakan tokoh Bill McKay, seorang pengacara muda yang dikenal idealis, jujur, serta peduli terhadap isu-isu sosial dan kerap membela kepentingan masyarakat kecil. Awalnya, Bill McKay tampil apa adanya, menyuarakan kritik terhadap sistem politik dan menyampaikan gagasan-gagasan idealis, namun tekanan politik, strategi pencitraan, media, serta tuntutan untuk menarik simpati pemilih mulai mengubah cara berkampanye, perlahan harus menyesuaikan diri dengan permainan politik yang penuh kompromi, slogan, dan pencitraan. Film ini menggambarkan bahwa proses politik tidak hanya berkaitan dengan kompetisi untuk meraih kekuasaan, tetapi juga menghadirkan dilema antara menjaga idealisme dan menghadapi tuntutan realitas politik. Siti menambahkan bahwa film ini tidak hanya menyoroti peran para kandidat, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan penyelenggara Pemilu. Melalui kegiatan ini  peserta diajak untuk melihat pentingnya menjamin pelaksanaan Pemilu yang jujur dan adil termasuk mengatur serta mengawasi kegiatan kampanye, menjaga kesetaraan antar kandidat, hingga memastikan transparansi informasi kepada publik. Selain itu, integritas dan netralitas juga menjadi hal utama yang harus dijaga dalam setiap tahapan Pemilu. (tpph)


Selengkapnya
🔊 Putar Suara