Melalui Film “Kejarlah Janji”, Kamis Sesuatu Edisi ke-42 Angkat Edukasi Politik bagi Masyarakat
Kudus–KPU Kabupaten Kudus mengikuti kegiatan Kamis Sesuatu, yang merupakan rangkaian serial advokasi hukum edisi ke-42 dari KPU Provinsi Jawa Tengah pada Kamis (5/3),. Kegiatan tersebut diisi dengan diskusi dan review film Kejarlah Janji yang diproduksi oleh KPU RI sebagai sarana sosialisasi Pemilu 2024.
Kegiatan dibuka oleh Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat, Akmaliyah. Dalam sambutannya disampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memberikan edukasi preventif bagi penyelenggara Pemilu. Melalui forum ini, pemahaman mengenai nilai-nilai demokrasi tidak hanya disampaikan melalui penjelasan norma hukum secara formal, tetapi juga melalui pendekatan media film dan diskusi.
Pada kegiatan tersebut, materi disampaikan oleh Anggota Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Klaten, Samsul Huda. Dalam pemaparannya, Samsul menjelaskan bahwa film Kejarlah Janji dibuat untuk menyampaikan pesan pendidikan politik kepada masyarakat, khususnya mengenai pentingnya partisipasi dalam Pemilu serta penguatan nilai-nilai demokrasi. Film tersebut juga menggambarkan berbagai fenomena yang kerap terjadi di masyarakat, seperti sikap apatis terhadap politik, konflik dalam keluarga akibat perbedaan pilihan politik, hingga praktik politik uang.
Dalam diskusi dijelaskan bahwa alur cerita film tersebut berpusat pada keluarga Ibu Pertiwi yang memiliki pengalaman masa lalu terkait dimanika politik di tingkat desa. Pengalaman itu kemudian membentuk cara pandang anak-anaknya dalam menyikapi politik, di mana masing-masing memiliki pandangan yang berbeda, mulai dari terlibat aktif dalam politik hingga memilih untuk tidak berpartisipasi atau golput. Konflik yang muncul dalam keluarga tersebut menjadi gambaran dinamika sikap masyarakat dalam menyikapi pemilu. Samsul Huda menegaskan bahwa film Kejarlah Janji tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tapi juga membawa pesan pendidikan politik kepada masyarakat, khususnya generasi muda dan pemilih pemula.
Dalam sesi diskusi, peserta juga menyoroti sejumlah pesan penting yang dapat diambil dari film tersebut. Di antaranya adalah pentingnya menolak praktik politik uang, meningkatkan kesadaran untuk memilih secara cerdas, serta menjaga perbedaan pilihan politik secara sehat di tengah masyarakat. Melalui penyampaian pesan-pesan tersebut, film Kejarlah Janji diharapkan dapat menjadi sarana edukasi yang memperkuat nilai-nilai demokrasi sekaligus mendorong peningkatan partisipasi pemilih. (tpph)