Berita

101

KPU KUDUS IKUTI SOSIALISASI PEMILU KE PETANI BAWANG DI BREBES

BREBES – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus mengikuti sosialisasi kepada para petani bawang di Kabupaten Brebes, Rabu, 15 Maret 2023 lalu. Acara yang diinisiasi KPU Provinsi Jawa Tengah ini, bertujuan memberitahukan hari pencoblosan Pemilu Serentak yang akan dilaksanakan 14 Februari 2024 mendatang. Dari KPU Kabupaten Kudus yang hadir, diwakili Ahmad Kholil, Kordiv Sosdiklih Parmas dan SDM serta Heri Darwanto, Sekretaris KPU Kudus. Keduanya bersama rombongan dari KPU se-Jateng berangkat pukul 10.00 dari Kantor KPU Brebes ke tempat para petani bawang di Desa Luwungragi, Wanasari. Di lokasi, KPU Kudus bersama KPU kabupaten lain membaur bersama petani yang sedang bekerja membersihkan bawang. Para petani tersebut lantas diberikan pemahaman terkait kepemiluan. Mulai dari kapan pelaksanaan Pemilu 2024, berapa partai politik yang nantinya ikut Pemilu, dan info lainnya. Para petani pun senang didatangi petugas dari KPU se jawa tengah. ”Saya sempat kaget, kok ada banyak orang ke sini, ternyata dari KPU. Alhamdulillah, saya jadi tahu, ternyata Pemilu digelar 14 Februari 2024 nanti,” kata Mbah Uwaidah, salah satu petani bawang yang ditemui. Menurutnya, setiap Pemilu dia pasti ikut mencoblos. “Kalau pas coblosan, disini semua diliburkan. Ikut nyoblos ke TPS. Hanya saja, siapa nanti yang akan saya coblos, saya juga belum tahu, kan belum ada calonnya,” katanya sambil tersenyum. Mbah Uwaidah sudah 15 tahun bekerja sebagai petani bawang. Dia berharap dengan Pemilu nanti bisa mendapatkan pemimpin yang bisa mengubah nasib petani bawang menjadi lebih baik lagi. Salah satunya dengan memberikan fasilitas yang baik kepada para petani. Ahmad Kholil, komisioner KPU Kudus mengatakan, acara tersebut sangat bagus. Dengan rombongan ke lokasi, akhirnya para petani bisa mendapatkan informasi yang jelas soal kepemiluan. ”Dari yang saya temui, memang ada beberapa petani yang belum mengetahui kapan Pemilu dilaksanakan. Melalui momen inilah kami ikut menyosialisasikan kepada para petani supaya tidak golput dan bisa datang ke TPS pada 14 Februari mendatang,” ucapnya. Di akhir acara itu, para petani juga diberikan kaos yang bertuliskan Pemilu Serentak 14 Februari 2024. (humas)


Selengkapnya
103

KPU Kudus Beri Pengetahuan Kepemiluan Bagi Siswa-Siswi SMA NU Al Ma'ruf Kudus

KUDUS - KPU Kabupaten Kudus gelar Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih di SMA NU Al Ma’ruf, Selasa (14/3). Sosialisasi dilakukan sebagai upaya memberikan pendidikan agar pemilih cerdas dalam menggunakan hal pilihnya. Kegiatan dibuka oleh Kepala Sekolah SMA NU AL Ma’ruf, Anas Ma’ruf. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa pemilih pemula mempunyai peran yang besar dalam menyukseskan Pemilu 2024. Untuk itu, para siswa diharapkan menyimak materi dengan baik. Bertempat di aula SMA NU Al Ma’ruf, Anggota KPU Kabupaten Kudus Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM, Ahmad Kholil memberikan materi kepemiluan kepada siswa-siswi kelas XII. Kholil menjelaskan beberapa materi kepemiluan salah satunya adalah materi tentang Daerah Pemilihan (Dapil). Dijelaskan bahwa di Kabupaten Kudus terdapat 4 (empat) Dapil dengan jumlah alokasi 45 kursi. Dapil di Kabupaten Kudus terdiri dari, Dapil I yaitu Kecamatan Jati dan Kecamatan Kota Kudus dengan 11 kursi, Dapil II yaitu Kecamatan Kaliwungu dan Kecamatan Gebog dengan 11 kursi, Dapil III yaitu Kecamatan Dawe dan Kecamatan Jekulo dengan 11 kursi serta Dapil IV yaitu Kecamatan Bae, Kecamatan Mejobo dan Kecamatan Undaan dengan 12 kursi. Tak lupa, Kholil juga mengajak para siswa-siswi untuk menggunakan hak pilihnya pada tanggal 14 Februari 2024. Kholil berpesan agar pada penyelenggaraan Pemilu mendatang pemilih pemula untuk tidak golput dan mampu menghindari politik uang. “Pada Pemilu 2024 mendatang, jangan sampai ada yang golput, jadilah pemilih cerdas yaitu pemilih yang tidak asal menggunakan hak pilih, apalagi sekadar ikut-ikuta,” sambungnya. Para peserta terlihat antusias memanfaatkan sesi tanya jawab yang diberikan. Beberapa pertanyaan disampaikan oleh para peserta, yaitu terkait bagaimana menjadi penyelenggara Pemilu, bagaimana cara pindah memilih serta apa saja hambatan dalam penyelenggaraan Pemilu. KPU Kabupaten Kudus mengapresiasi beberapa siswa yang aktif bertanya dan menjawab pertanyaan dengan memberikan souvernir. Dari kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan para pemilih pemula, serta meningkatkan partisipasi pemilih pemula untuk menyukseskan pemilu. (humas)


Selengkapnya
106

KPU BERKOMITMEN LINDUNGI HAK PILIH DISABILITAS

KUDUS - Semua warga negara mempunyai hak politik yang sama dalam Pemilu termasuk kaum disabilitas. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua KPU Kabupaten Kudus saat membuka kegiatan Pendidikan Pemilih Bagi Disabilitas, Selasa (7/3). Sesuai tema “Lindungi Hak Pilih Disabilitas, Untuk Pemilu 2024 Berkualitas”, Ketua KPU Kabupaten Kudus, Naily Syarifah mengajak para kaum disabilitas untuk aktif dalam penyelenggaraan Pemilu 2024. “KPU telah menyediakan akses bagi kaum disabilitas agar dapat berperan secara optimal dalam penyelenggaraan Pemilu 2024 mendatang”, lanjut Naily. Pemilih disabilitas menjadi salah satu prioritas dalam sosialisasi dan pendidikan pemilih. Sebanyak 40 (empat puluh) orang dari Forum Komunikasi Disabilitas Kudus (FKDK) hadir dalam acara yang digelar di Hotel @Hom Kudus. Jajaran Komisioner dan Sekretaris juga nampak hadir dalam kegiatan tersebut. Kegiatan Pendidikan Pemilih Bagi Disabilitas dipimpin oleh Anggota KPU Kabupaten Kudus Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM Ahmad Kholil. Dalam kesempatan itu, Kholil menjelaskan beberapa materi, diantaranya pentingnya Pemilu, macam-macam Pemilu serta tahapan dan jadwal penyelenggaraan Pemilu Tahun 2024. Kholil berharap melalui kegiatan ini dapat memberikan informasi kepemiluan kepada penyandang disabilitas agar menjadi pemilih cerdas dan mandiri. Sehingga partisipasi dalam Pemilu 2024 dapat meningkat  baik secara kualitas maupun kuantitasnya. Harapan lain juga disampaikan “saya ingin penyandang disabilitas turut menyukseskan Pemilu mendatang, baik menjadi pemilih maupun penyelenggara”, ungkapnya lebih lanjut. Harapan yang disampaikan oleh KPU Kabupaten Kudus disambut positif dari para peserta. Materi yang disampaikan oleh narasumber diperhatikan dengan baik. Beberapa pertanyaan dan masukan juga disampaikan oleh para peserta. Salah satu peserta menyampaikan agar pada penyelenggaraan Pemilu 2024, KPU dapat menjamin hak penyandang disabilitas dengan menyediakan TPS ramah disabilitas serta pendampingan pada saat pemungutan suara. (humas)


Selengkapnya
721

KPU KUDUS KENALKAN SI TANGGUH, APLIKASI KEUANGAN BAGI BADAN ADHOC

KUDUS- Bimtek Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Penggunaan Anggaran Tahapan Pemilu 2024 untuk Badan Adhoc digelar oleh KPU Kabupaten Kudus, Senin-Selasa (27-28/2). Kegiatan dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman terkait laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran bagi badan adhoc serta simulasi penggunaan aplikasi Si Tangguh (Aplikasi Pertanggungjawaban Keuangan Badan Adhoc). Peserta Bimtek adalah Ketua PPK, Sekretaris dan Staf Urusan Tata Usaha, Keuangan dan Logistik Sekretariat PPK se-Kabupaten Kudus serta Ketua PPS dan Staf Urusan Tata Usaha, Keuangan dan Logistik Sekretariat PPS se-Kabupaten Kudus. Bertempat di Hotel @Hom, kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua KPU Kabupaten Kudus Naily Syarifah. Dalam kesempatan tersebut Naily menyampaikan gambaran umum terkait pelaksanaan anggaran pada Pemilu 2024. Dijelaskan bahwa adanya perbedaan peraturan pada pelaksanaan anggaran Pemilu 2024 dari Pemilu sebelumnya. “Saya harap semua peserta menyimak materi dengan baik dan menanyakan jika memang terdapat hal yang belum dipahami,” imbuhnya. Bimtek dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Penggunaan Anggaran Tahapan Pemilu 2024 untuk Badan Ad Hoc yang disampaikan oleh Kasubbag Keuangan, Umum, dan Logistik, Arika Yustafida Nafisa dan Kasubbag Perencanaan, Data, dan Informasi, Andika Teguh Prasetyo. Dalam hal pertanggungjawaban anggaran, badan adhoc harus menyampaikan LPJ beserta bukti dukungnya kepada bendahara pengeluaran KPU Kabupaten Kudus tiap akhir bulan. Untuk mendukung ketepatan pelaporan serta penyampaian LPJ, KPU Kabupaten Kudus akan memfasilitasi dengan alat bantu bernama Si Tangguh (Aplikasi Pertanggungjawaban Keuangan Badan Adhoc). Setyawan Dyan Rahendro tenaga administrasi bidang IT KPU Kabupaten Kudus menjelaskan dan mensimulasikan penggunaan aplikasi Si Tangguh. Acara dilanjutkan dengan materi ke-2 oleh narasumber dari Kantor Cabang BRI Kudus Diah Ayu Susanti. Diah menyampaikan terkait pembukaan rekening bagi badan Adhoc. Badan Adhoc diminta segera melakukan pembukaan rekening operasional maupun perorangan untuk dapat merealisasikan anggaran yang sudah tersedia. (kul/humas)


Selengkapnya
145

Tandai Satu Tahun Jelang Pemilu 2024, KPU Gelar Kirab Pemilu

KUDUS- Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kudus turut menyaksikan Peluncuran Kirab Pemilu 2024, Selasa (14/2). Kirab Pemilu 2024 dilaksanakan serentak di tujuh titik, yaitu Kantor KIP Aceh, Kantor KPU Kota Batam, Kantor KPU Provinsi Kalimantan Barat, Kantor KPU Provinsi Kalimantan Utara, Kantor KPU Kab Pulau Morotai, Kantor KPU Provinsi NTT, Kantor KPU Provinsi Papua, dan disiarkan secara langsung di seluruh Indonesia melalui kanal Youtube KPU RI.   Mengangkat tema “Pemilu Sebagai Sarana Integrasi Bangsa”, Kirab digelar dengan tujuan untuk memberikan pemahaman mengenai proses dan tata cara penyelenggaraan Pemilu 2024. Serta, sebagai upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2024 mendatang. Momen Kirab Pemilu 2024 diisi dengan pelepasan tim kirab yang mengawal 18 bendera partai politik peserta Pemilu 2024 secara bersamaan di tujuh titik. Serta, deklarasi “Pemilu Sebagai Sarana Integrasi Bangsa” yang dipimpin langsung oleh Ketua KPU RI Hasyim Asyari.   Dalam kesempatan tersebut, Ketua KPU Kabupaten Kudus Naily Syarifah menyampaikan bahwa untuk menandai satu tahun menuju pemungutan suara di 2024, KPU Kabupaten Kudus menggelar acara menyaksikan bersama Kirab Pemilu 2024 yang diselenggarakan oleh KPU RI. “Hari ini 14 Februari 2023 tepat satu tahun menuju pemungutan suara tahun 2024. Kami berharap dukungan dari semua pihak agar Pemilu tahun 2024 berjalan lancar,” imbuhnya.   Sementara itu, dalam rangka persiapan menyambut gelaran Pemilu 2024, Naily menyebutkan bahwa KPU Kabupaten Kudus telah menetapkan badan adhoc yaitu PPK, dan PPS serta Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih).   Usai menyaksikan Peluncuran Kirab Pemilu 2024, KPU Kabupaten Kudus menggelar Sosialisasi Pemutakhiran Daftar Pemilih. Sosialisasi disampaikan oleh Anggota KPU Kabupaten Kudus Divisi Perencanaan, Data dan Informasi Miftahurrohmah.   Miftah menjelaskan jadwal kegiatan dan tahapan Pemutakhiran Data Pemilih. Saat ini KPU Kabupaten Kudus tengah melaksanakan tahapan Coklit Pemilu tahun 2024. Diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat mendukung jalannya Tahapan Coklit di Kabupaten Kudus.   Bertempat di hotel Griptha, acara turut dihadiri oleh perwakilan Forkopimda Kabupaten Kudus, Dinas terkait, Bawaslu Kabupaten Kudus, partai politik, petugas penghubung bakal calon anggota DPD serta organisasi masyarakat. (humas)


Selengkapnya
193

KPU Kudus Berikan Edukasi Pemilih Pemula Kepada Para Siswa SMA N 2 Bae Kudus

KUDUS-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus memberikan pembekalan kepada para siswa pemilih pemula di SMAN 2 Bae Kudus, Selasa (7/2). Kegiatan pendidikan pemilih pemula tersebut menjadi rangkaian tugas dan fungsi KPU Kabupaten Kudus. Ahmad Kholil, selaku anggota KPU Kudus Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM membekali para siswa SMAN 2 Bae Kudus dengan tema “Demokrasi dan Pemilihan Umum”.   Di depan para siswa kelas X, Ahmad Kholil mengenalkan hakikat Pemilu.  "Pemilu hanya bagian kecil dari demokrasi. Pemilu merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat. Pemilu diselenggarakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Pemilu akan menghasilkan para pemimpin yang akan membuat kebijakan negara. Rakyatlah yang akan merasakan kebijakan yang dibuat oleh negara. Jadi Pemilu juga akan mempengaruhi kehidupan rakyat dan bangsa Indonesia ke depan," tandasnya. Oleh karena itu rakyat harus memanfaatkan Pemilu untuk memilih para pemimpin yang baik dan amanah serta benar-benar memikirkan rakyat.   Selanjutnya Ahmad Kholil menerangkan empat kategori pemilih. Pertama adalah pemilih pragmatis. Pemilih pragmatis adalah pemilih yang memilih karena diberi sesuatu. Seperti diberi sejumlah uang, sembako, atau barang lainnya. "Ini berbahaya. Karena untuk membeli suara itu butuh modal banyak. Mereka yang terpilih itu akan berpikir bagaimana modal mereka bisa kembali. Akhirnya melakukan korupsi," tuturnya.   Kategori pemilih kedua adalah pemilih tradisional. Yaitu mereka yang memilih hanya berdasarkan pilihan orang tua atau suami. Para pemilih tipe ini tidak tau karakter yang sebenarnya dari calon yang mereka pilih. "Hanya ikut pilihan orang tua atau suami saja. Karena orang tua pilih A maka ia pilih A," jelasnya.   Kategori ketiga pemilih cerdas. Pemilih cerdas adalah mereka yang memilih berdasarkan hati nurani. Pemilih cerdas tidak hanya sekedar milih. Mereka akan mencari tau partai mana yang sesuai dengan hati nuraninya.  "Pemilih cerdas akan mencari informasi selengkap-lengkapnya tentang calon yang akan ia pilih," jelas Ahmad Kholil.   Sementara kategori pemilih keempat adalah pemilih apatis, alias golput. Pemilih apatis mengira Pemilu tidak ada pengaruhnya terhadap nasibnya. Bahkan pemilih apatis tidak peduli dengan nasib rakyat dan negaranya. Mereka egois dan hanya memikirkan hidupnya sendiri. "Mereka berpikir kalau mereka tidak kerja ya mereka tidak bisa makan. Maka pemilih apatis tidak mau berpartisipasi dalam Pemilu. Mereka golput. Mereka mengira Pemilu tidak ada pengaruh apapun terhadap kehidupannya," katanya.   Mengakhiri acara Ahmad Kholil berpesan kepada para siswa SMAN 2 Bae Kudus sebagai pemilih pemula pada Pemilu 2024.  "Jadilah pemilih yang cerdas. Memilih berdasarkan hati nurani dan berdasarkan pengetahuan”. Ahmad Kholil juga berpesan agar hati-hati dan bijak menggunakan media sosial. "Adik2 tidak usah ikut-ikutan share ini itu kalau tidak tau kebenarannya. Harus kroscek informasi yang kita terima di medsos." tegasnya. (humas)


Selengkapnya